Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan

16.9.11

[Review] Rise of The Planet of The Apes (2011)

Guevara-esque, isn't it?

"Vini, Vidi, Vici" Once a Roman said and this one isn't just a Roman. its The Roman. The Roman general who lead Roman empire for years after years of glory and his name even still familiar these days. Julius Caesar. His "saw, came and conquer" motto is a clear prove of his ambition to rule Rome with ruthless iron fist and no one (at that time) could stand up against him. But no, he's not the Caesar that I want to talk about. This Caesar is sit on perch of my toplist badass figure and he's not even a man!

Making himself comfortable up there while eating banana instead of popcorn and put his sunglasses on to watch his movie premiere. Caesar (Andy Serkis) is really the center-of-attention in "Rise of The Planet of The Apes". In this movie, James Franco play as Will Rodman a doctor who work on GenSys (Pharmaeutical Corp.) to find a cure for Alzheimer's disease. As a labrat (or you could say labapes in this case) Caesar's mother got injected by serum named ALZ 112. This serum turn out not just being a cure for Alzheimer but also increasing the intelligence of its user. Caesar, who born with this super intelligent gene is making him way too smart to other apes. Even if compared to human. Unfortunately some things arent meant to be change. Caesar's incredibly super intelligence makes him got no place within the society, human are just not ready for this stuff and this is when the movie really kick in. Held within primate shelter he learn to live with another apes. He learn that he (like the other great Caesar did) could lead an army that no human have ever face. He take the role of a general to start a revolution against human. A revolution which rising an era of the planet of the apes.

In this movie you'll feel affection and anger at same time. Your emotions really mixed up (in a good way). On one side you have Rodman who showed really attached and having deep connection with Caesar and on the other side there's other people who doesn't really get Caesar's feeling and obviously treat him as a threat. This mixed of emotion really played well at the hands of Rupert Wyatt. Also support by the CGI team of Avatar and Lord of The Rings which make this movie really eyes-pleasing from visual effect point of view. For me Caesar's emotional conflict at some point felt like Bicentennial Man's whom both questioning themselves to their master, who they really are. This movie also taught the leadership that's shown by Caesar. You can learn a lot by observe how he act whether to his enemies or allies. Andy Serkis (also played Gollum) got to win something with this kind of performance in this film. Definitely a movie you have to watch!


14.11.10

Scott Pilgrim vs The World


imajinatif dengan kadar "keren" yang tinggi. itu tuh hal pertama yang terlintas di kepala gue pas nonton "scott pilgrim vs the world". jujur selain Michael Cera gue ngga tau lagi siapa aja itu yang main film disitu dan gue juga ngga tau apa ini diadaptasi dari game atau komik tapi yang gue bisa tebak bahwa ini bukan ide orisinil. sangat berpatokan dengan sistem gaming dimana ada sistem leveling sama coin reward, jarang ada.

Gue ga ngasih tau jalan cerita dengan detail disini karena menurut gue film ini lumayan dan akan jadi bagus jika ditonton dengan zero expectation, ngerti kan? jadi, scott pilgrim seorang basis dari band yang lagi nyari nama untuk mendapatkan kontrak dari major label (yeah right) ya biasa berpindah - pindah gigs, jadi band pembuka, lirik kanan kiri cari kenalan dan ga sengaja ketemu cewe yang lumayan sabi (at least she got some seriously damn cool attitude). the story goes they like each other and bla,bla,bla then here comes the exciting part of the film, league of seven evil exes. sebuah perkumpulan berisikan mantan - mantan yang ga rela ada orang lain yang pacaran sama si cewe sabi bernama Ramona Flowers (Mary Elizabeth Winstead). Nah, peran tujuh orang ga ada kerjaan ini ya menghalangi - halangi si Scott sama Ramona jadian. Part ini nih yang bikin gue ga bosen nonton nih film dimana si jagoannya harus battle sama semua mantan - mantannya itu.



Ada beberapa faktor yang menurut gue bikin lo harus nonton film ini, nih kaya gini :
  • Untuk yang cewek, gue ngerti banget kalo Michael Cera sendiri udah jadi daya tarik, yah jadi lo ngerti sendirilah
  • Kalo lo putus asa sama film yang mengadaptasi komik atau game sebagai referensinya, film ini bisa jadi penyelamat harapan lo men, ngga boong gue
  • Lawakan - lawakan ngasal yang bener - bener bikin pengen bilang "anjing tai abis" dalam konteks ketawa pastinya
  • Buat lo yang suka ngeliat cewe yang punya sikap "sans abis"
  • Adegan berantemnya yang kelewat lebay tapi lebay keren sih
  • Nampilin efek - efek visual khas yang berasa lo nonton campuran antara film/game/komik atau apalah itu yang judulnya "Scott Pilgrim vs The World"
  • Pas banget kalo lagi nyari alternatif hiburan trus pengen nonton film ringan tapi kualitasnya sabi


overall, kalo lo bisa nonton di bioskop dengan efek 3D lo harus nonton tapi berhubung ga ada ya kan di bioskop jadi cari aja dvdnya, enjoy the movie !



Rating : 3,80 / 5

Cooollll.....

30.9.10

Resident Evil : Afterlife


Ceritanya bermula dari sebuah persimpangan yang sibuk di tengah ibukota Jepang, Tokyo. Beribu - ribu bahkan berjuta - juta orang melewati jalan yang sama setiap harinya tanpa memiliki perasaan akan tanda bahaya bahwa pada hari itu kehidupan mereka juga masyarakat di seluruh dunia akan berubah untuk selama - lamanya. Sebuah virus yang akan mengubah wajah dunia menjadi sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Virus yang dikembangkan oleh Umbrella Corp.

Gadis muda itu berdiri ditengah hujan tanpa ada yang memperhatikan, diam tanpa bergerak, dilewati pejalan kaki begitu saja tanpa prasangka buruk dan secara tiba - tiba dia menjadi gila lalu mulai menggigit pria paruh baya yang seperti hanya ingin melalui hari - harinya dengan cepat. satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan begitu seterusnya mereka bertambah banyak. Ya, mereka adalah mayat hidup atau zombie. Kejadian ini berlanjut hingga tahun - tahun akan kengerian mayat hidup ini tidak terasa berlangsung begitu lama. Empat tahun kemudian, di tempat yang sama dimana Tokyo kini lebih tampak seperti kuburan urban, tepat diatas Umbrella Corp. Alice menuntut balas dendam atas dirinya yang telah dijadikan kelinci percobaan dari T-Virus (virus yang dikembangkan Umbrella Corp.). Sudah menjadi keahliannya untuk menginfiltrasi dan kali ini pun dia berhasil dengan mudahnya tetapi dia tidak sendirian, dia bersama dirinya ditemani oleh dirinya yang lain yang juga berpergian dengan dirinya yang satu lagi (nah, bingung kan). Seperti di film - film lain pasukan Alice ini terlalu tangguh untuk sekumpulan tentara yang entah kenapa lebih seperti target latihan tembak. Berlanjut dengan beberapa adegan tembak - tembakan , ledakan , pecahan kaca dan hal tipikal lainnya. Alice akhirnya bertemu dengan Albert Wesker (pemeran antagonis yang juga termutasi oleh T-Virus). Tentu filmnya tidak berakhir disini karena ini bukan film mengenai betapa cepatnya gol yang dicetak Hakan Sukur ke gawang Korea di PD 2002. Wesker berhasil melarikan diri dan Umbrella Corp. menghancurkan dirinya sendiri dalam bentuk chronosphere. Alice ? Mati semua. Kecuali yang asli. Kenapa yang asli masih hidup ? Karena memang dari awal dia menunggu di dalam pesawat yang digunakan Wesker untuk melarikan diri. Disini juga dia (Wesker) pastinya belum mati meski pesawat yang mereka tumpangi menabrak gunung (mungkin mereka memang Demi-god).

Enam bulan kemudian, Alice melanjutkan perjalanan mencari orang - orang yang berhasil bertahan hidup dari wabah dan menuju Arcadia (shelter for survivors) yang menurut rumor berada di Alaska. Sayangnya Arcadia yang dia temukan bukanlah yang seperti dia harapkan, kecewa mungkin tetapi disini di bertemu dengan salah satu karakter dari film sebelumnya, Claire Redfield dengan masalah hilang ingatannya. Tidak menemukan yang dia cari maka perjalanan pun dilanjutkan menuju Los Angeles. Di kota para malaikat ini Alice melihat sekelompok orang yang berhasil bertahan hidup dari serangan zombie (yang nantinya hanya digunakan sebagai figuran agar terkesan perjuangan mereka melawan zombie terlihat berat). Dari orang - orang inilah Alice kemudian mengetahui Arcadia adalah kapal yang selalu bergerak bukan sebuah tempat statis. Tujuan kemudian di tetapkan, menuju Arcadia. Tentunya membutuhkan beberapa korban untuk sampai kesana (ga seru kalo ga ada yang mati). Di dalam perjalanan menuju Arcadia ini ada salah satu adegan yang membuat saya sangat terhibur bahkan tertawa, saat dimana salah satu zombie bertubuh besar (sangat sangat besar) membawa kapaknya (brutally monstrous hammer :p) yang saya juluki "The Butcher" (julukan untuk zombienya bukan kapaknya) mengejar Claire di dalam ruangan kamar mandi dan air tersembur kemana - mana lalu dibuat menjadi adegan slow-motion, loh kok jadi seperti film India (versi zombie). Lumayan menghibur.

The Butcher

Akhirnya sampai di Arcadia(setelah beberapa orang yang terkesan dipercepat matinya karena masalah durasi film yang seperti dipaksakan untuk menjadi dibawah 100 menit). Apakah sebenarnya Arcadia ini ? Apakah benar kapal ini menampung orang - orang yang berhasil selamat dari serangan zombie ? nah, karena di kapal ini merupakan tempat terjadinya adegan terakhir jadi lebih baik dirahasiakan dulu ceritanya. Ceritanya tanggung ? Ya monggo ditonton filmnya di bioskop terdekat atau saran saya sih beli dvdnya saja.

P.S. : di sini Alice terlihat sangat "dewa". Dia seperti tidak bisa mati, bahkan saat dia loncat dari atap gedung ke jutaan kumpulan zombie (lagi - lagi dengan adegan slow-motion) dan menurut pendapat teman saya film ini sangat mengikuti adegan di game nya. Jadi jika ada adegan yang tidak dimengerti atau dirasa membingungkan bisa ditanyakan kepada teman - teman yang memainkan game "Resident Evil 5".


Rating : 2,00 / 5
Hmmmm.....

image : google